Diantara sahabat ada yang segera menjawab, "Kami akan tetap teguh memegang agama, ya Rasulullah".
Beliau segera menukas, karena ingin meyakinkan, "Pada saat itu kalian akan berkelahi sesama kalian. Kalian akan berpecah belah, sebagian kalian akan bermusuhan dengan sebagian lainnya. Jumlah kalian banyak, tetapi lemah, laksana buih di lautan. Kalian akan hancur lebur seperti kayu dimakan anai-anai".
Para sahabat penasaran, lalu bertanya, "Mengapa bisa begitu, ya Rasulullah?"
Rasul segera menjawab, "Karena pada saat itu hati kalian telah terpaut kepada dunia materi dan takut menghadapi kematian". Dalam hadits lain disebutkan, "Harta benda dan kemegahan pangkat akan menimbulkan fitnah diantara kalian".
Apa yang dikatakan Rasulullah SAW bukanlah ramalan.Apa yang dikatakan beliau adalah suatu ikhbar bil mughayyabat (pemberitahuan tentang sesuatu yang masih ghaib) yang mengandung indzar (peringatan) kepada umatnya, agar benar-benar waspada terhadap godaan dan tipu daya dunia. Rasulullah SAW mendapatkan ilmu dari Allah SWT dapat melihat ke masa depan, sehingga bisa memberikan gambaran pada masa yang akan datang.
Apa yang ditanyakan Rasulullah SAW kepada para sahabat juga pernah ditanyakan Malaikat Jibril AS kepada Beliau, "Ya Muhammad, manakah yang engkau sukai: menjadi Nabi yang kaya raya seperti Nabi Sulaiman AS, atau menjadi Nabi yang papa seperti Nabi Ayyub AS?"
Nabi SAW menjawab, "Aku lebih suka kenyang sehari dan lapar sehari. Di saat kenyang, aku bisa bersyukur kepada Allah SWT. Sedang di saat lapar, aku bisa bersabar dengan ujian dari-Nya.
Apa yang dikatakan Rasulullah SAW terbukti, ketika ada kesempatan Umar bin Khaththab ra masuk ke rumah beliau. Pada waktu itu Islam sudah berkembang luas dan kaum muslimin telah memperoleh kemakmuran. Ketika Umar masuk ke dalam rumah beliau, matanya tertegun dengan keadaan isi rumah junjungannya itu. Di dalam rumah Rasulullah hanya ada sebuah meja dan alasnya yang terbuat dari daun kurma yang kasar. Sementara yang ada di dinding, hanya ada sebuah girba (tempat air) yang biasa beliau gunakan untuk berwudhu.
Keharuan muncul di hati Umar, yang kemudian tanpa disadarinya air matanya mengucur. Tak diketahui Umar, bahwa Rasululah SAW melihatnya, dan kemudian menegurnya, "Apakah gerangan yang membuatmu menangis, wahai sahabatku?"
Umar menjawab dengan masih terlihat air menetes dari matanya, "Bagaimana aku tidak menangis, ya Rasulullah? Hanya seperti ini keadaan yang kudapati di rumah Tuan. Tidak ada perkakas dan tidak ada kekayaan, kecualisebuah meja dan sebuah girba, padahal ditangan Tuan telah tergenggam kunci dunia timur dan barat, dan (kita telah mendapatkan) kemakmuran yang melimpah".
Beliau menjawab, dengan tegas, "Wahai Umar, aku adalah Rasul Allah. Aku bukan seorang kaisar dari Romawi dan juga bukan kisra dari Persia. Mereka hanyalah mengejar duniawi, sementara aku mengutamakan ukhrawi".
Apa yang terjadi setelah Nabi wafat? Ternyata apa yang disabdakan Nabi itu terbukti. Fitnah yang sangat besar terjadi di separuh terakhir pemerintahan Khulafar Rasyidin. Lebih hebat lagi di zaman Daulah Bani Umayyah. Kekuasaan yang tak terbatas, yang cenderung lebih mengutamakan kepentingan pribadi mereka, keluarga atau kelompok, mengalahkan kepentingan rakyat kebanyakan, sehingga terjadi pemberontakan dari sebagian umat Islam lainnya.
Kaum zuhhad, orang-orang yang berperilaku zuhud, dengan mengambil hadits-hadits di atas mengambil sikap menjauhi godaan duniawi. Mereka berpendapat, kehidupan ruhani yang terpelihara dengan baik akan dapat memadamkan api fitnah, iri-dengki, dan dendam.
Kelompok inilah kemudian yang berkembang menjadi kelompok sufi dan selanjutnya menjadi kelompok tarekat. Mereka menempuh jalan ruhani untuk mencapai Mardhatillah.
---000---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar